kembali menulis lagi.... apa yang ingin saya katakan tetap masih sama " tentang pencarian siapa saya"
entah apa yang sebenarnya saya inginkan dan saya harapkan.... akhir' ini banyak sesuatu yang memojokkan saya dan ini membuat saya sumpek... jujur saja saya bukan orang yang mudah menerima sesuatu tanpa tahu dan paham apa itu...apa yang akan ada kedepannya nanti
apakah saya salah jika saya memahami diri saya sendiri dulu sebelum memulai sesuatu?? saya hanya ingin semuanya terlihat baik dan tidak memojokkan saya kemudian hasilnya adalah diri saya yang tidak terbebani... memang ini soal masa depan saya tapi pekerjaan itu kan dilaksanakan kalo saya mampu kan? bukannya begitu? maaf jika saya bertingkha mengecewakan tapi jujur saya memikirkan banyak faktor.... agar saya nyaman menjalaninya dan anda" sekalian puas... jika sekarang dipaksakan maka hasil yang bisa saya pastikan adalah anda kecewa....
saat ini saya sedang menunggu sahabat" saya di perantauan untuk menanyakan perihal pekerjaan di sana... mungkin ada... kenapa saya begitu? yahhh karena saya sangat butuh sahabat yang mengerti saya.... mungkin bisa dicari di tempat baru nanti tapi entah kenapa saya lebih cocok dengan mereka yang lebih dulu mengenal saya.... karena mereka yang telah lebih mengetahui apa kelebihan dan kekurangan saya... itu saja...
Sabtu, 18 Mei 2013
Minggu, 07 April 2013
Renungan Kecil
Dan telah lama saya terdiam....Merenungi takdir diri ini. Apakah diri saya pantas disebut seorang yang periang kawan?? Sedang dalam setiap detik waktu yang berjalan saya hanya berontak dengan takdir
Sekian lama saya berusaha mencari bahagia....saya tak kunjung menemukan yang sejati. Mungkin hanya soal waktu tapi saya serasa sudah tak kuat menanggung segala emosi dalam diri.
Saya merasa iri saat melihat mereka yang bisa tertawa lepas. Menemukan bahagia diri mereka, menemukan apa yang mereka cari, beriringan menuju masa depan bersama "dia" yang setia mendukung dan memberi semangat dalam tiap usaha
Yang saya nanti hanyalah satu hari "bahagia"
“Apa yang sedang kamu
pikirkan?”
“Ada jutaan. Kau mau aku
menyebutkannya satu-satu,
sementara kau bisa melihat apa
yang aku pikirkan sekaligus
dengan hanya tetap menatap
mataku?”
“Haha.. Baiklah.”
“Dasar iseng!”
“Hei, karena aku agak sedikit
tegang.”
“Aku juga.”
“Ayo bicara yang ringan-
ringan!”
“Contohnya?”
“Gaunmu bagus. Indah sekali.”
“Katanya, kau lebih suka
melihatku tanpa sehelai benang
pun?”
“Tidak di sini, Cantik!”
“Kalau begitu, jangan padamkan
kesabaranmu!”
“Tentu.”
“Tapi awas kakimu!”
“Iya. Eratkan tanganmu juga!”
“Hehehe.. Iya.”
“Ini sangat emosional.”
“Laki-lakiku, jangan bilang kau
akan menangis?”
“Sebentar lagi!”
“Hahaha.. Aku dari tadi.”
“Kau khan cengeng!”
“Aku hanya terlalu sanggup
untuk bahagia di hari ini.”
“Ya. Hari ini adalah hari yang
akan kusyukuri setiap hari.”
“Ya, Tuhan..”
“Kenapa?”
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu.”
“Tapi aku mencintaimu.”
“Karena aku mencintaimu.”
“Aku sangat mencintaimu.”
“Aku sungguh mencintaimu.”
“Aku akan tetap mencintaimu.”
“Setiap hari adalah
mencintaimu.”
“Setiap detik aku
mencintaimu.”
“Di manapun aku, aku
mencintaimu.”
“Walaupun kesusahan datang,
aku tetap mencintaimu.”
“Dan aku akan selalu mampu
mencintaimu.”
“Demikianlah aku bersyukur
telah mencintaimu.”
“Aku memuji Tuhan karena aku
mencintaimu.”
“Aku berdoa karena aku
mencintaimu.”
“Aku memelukmu sekarang,
karena aku mencintaimu.”
Aku melihatmu sekarang, di saat
aku mencintaimu.”
“Debar jantungku adalah karena
aku mencintaimu.”
“Aku menari sambil
mencintaimu.”
“Malaikat berdansa, iringan aku
mencintaimu.”
“Istriku, aku mencintaimu.”
“Suamiku, aku juga
mencintaimu!”
Akhirnya selesai sudah lantunan
syahdu yang mengiring dansa
mereka dan seluruh hadirin
menjadi haru dan bertepuk
tangan. Lalu kedua mempelai
kembali ke pelaminan sambil
saling bergandengan setelah
sudah menerima tantangan,
berdansa berdua di tengah para
undangan. Acara resepsi terus
berlanjut..
Sekian lama saya berusaha mencari bahagia....saya tak kunjung menemukan yang sejati. Mungkin hanya soal waktu tapi saya serasa sudah tak kuat menanggung segala emosi dalam diri.
Saya merasa iri saat melihat mereka yang bisa tertawa lepas. Menemukan bahagia diri mereka, menemukan apa yang mereka cari, beriringan menuju masa depan bersama "dia" yang setia mendukung dan memberi semangat dalam tiap usaha
Yang saya nanti hanyalah satu hari "bahagia"
“Apa yang sedang kamu
pikirkan?”
“Ada jutaan. Kau mau aku
menyebutkannya satu-satu,
sementara kau bisa melihat apa
yang aku pikirkan sekaligus
dengan hanya tetap menatap
mataku?”
“Haha.. Baiklah.”
“Dasar iseng!”
“Hei, karena aku agak sedikit
tegang.”
“Aku juga.”
“Ayo bicara yang ringan-
ringan!”
“Contohnya?”
“Gaunmu bagus. Indah sekali.”
“Katanya, kau lebih suka
melihatku tanpa sehelai benang
pun?”
“Tidak di sini, Cantik!”
“Kalau begitu, jangan padamkan
kesabaranmu!”
“Tentu.”
“Tapi awas kakimu!”
“Iya. Eratkan tanganmu juga!”
“Hehehe.. Iya.”
“Ini sangat emosional.”
“Laki-lakiku, jangan bilang kau
akan menangis?”
“Sebentar lagi!”
“Hahaha.. Aku dari tadi.”
“Kau khan cengeng!”
“Aku hanya terlalu sanggup
untuk bahagia di hari ini.”
“Ya. Hari ini adalah hari yang
akan kusyukuri setiap hari.”
“Ya, Tuhan..”
“Kenapa?”
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu.”
“Tapi aku mencintaimu.”
“Karena aku mencintaimu.”
“Aku sangat mencintaimu.”
“Aku sungguh mencintaimu.”
“Aku akan tetap mencintaimu.”
“Setiap hari adalah
mencintaimu.”
“Setiap detik aku
mencintaimu.”
“Di manapun aku, aku
mencintaimu.”
“Walaupun kesusahan datang,
aku tetap mencintaimu.”
“Dan aku akan selalu mampu
mencintaimu.”
“Demikianlah aku bersyukur
telah mencintaimu.”
“Aku memuji Tuhan karena aku
mencintaimu.”
“Aku berdoa karena aku
mencintaimu.”
“Aku memelukmu sekarang,
karena aku mencintaimu.”
Aku melihatmu sekarang, di saat
aku mencintaimu.”
“Debar jantungku adalah karena
aku mencintaimu.”
“Aku menari sambil
mencintaimu.”
“Malaikat berdansa, iringan aku
mencintaimu.”
“Istriku, aku mencintaimu.”
“Suamiku, aku juga
mencintaimu!”
Akhirnya selesai sudah lantunan
syahdu yang mengiring dansa
mereka dan seluruh hadirin
menjadi haru dan bertepuk
tangan. Lalu kedua mempelai
kembali ke pelaminan sambil
saling bergandengan setelah
sudah menerima tantangan,
berdansa berdua di tengah para
undangan. Acara resepsi terus
berlanjut..
Selasa, 05 Maret 2013
# aku
dalam cermin itu terpampang seseorang yang menyedihkan....penuh luka
tapi tak terkuak apa luka itu sebenarnya dan asalnya darimana
nampak dalam lamunannya berjuta-juta harapan untuk mengentaskan segera segala kerinduannya
kerinduan akan cinta kasih sesama manusia
atau mungkin lebih dari itu
karena selama ini tak nyata semua cinta kasih yang pernah ia miliki
semua yang pernah singgah dalam hatinya pergi begitu saja
tanpa tahu seberapa berartinya mereka dalam sepi yang ia derita
ahhh apalah gunanya mengagungkan mereka bung??
toh mereka sudah tak mengungkit bahagia yang pernah kau beri untuknya??
mereka sudah bahagia untuk mereka sendiri dan berlalu
kau nampak bodoh saat terbalut rasa rindu akan masing-masing dari mereka
kau harus bangkit bung
tatap kembali jalanmu
tak seorangpun bisa menghentikan kehebatanmu
tidak juga mereka
biarkan mereka bahagia sendiri
karna jauh di depan sana ada bahagia yang nyata untukmu
bukan hanya sebuah keyakinan namun juga merupakan do'amu
# aku
tapi tak terkuak apa luka itu sebenarnya dan asalnya darimana
nampak dalam lamunannya berjuta-juta harapan untuk mengentaskan segera segala kerinduannya
kerinduan akan cinta kasih sesama manusia
atau mungkin lebih dari itu
karena selama ini tak nyata semua cinta kasih yang pernah ia miliki
semua yang pernah singgah dalam hatinya pergi begitu saja
tanpa tahu seberapa berartinya mereka dalam sepi yang ia derita
ahhh apalah gunanya mengagungkan mereka bung??
toh mereka sudah tak mengungkit bahagia yang pernah kau beri untuknya??
mereka sudah bahagia untuk mereka sendiri dan berlalu
kau nampak bodoh saat terbalut rasa rindu akan masing-masing dari mereka
kau harus bangkit bung
tatap kembali jalanmu
tak seorangpun bisa menghentikan kehebatanmu
tidak juga mereka
biarkan mereka bahagia sendiri
karna jauh di depan sana ada bahagia yang nyata untukmu
bukan hanya sebuah keyakinan namun juga merupakan do'amu
# aku
Selasa, 29 Januari 2013
kangen
dalam mata yang terpejam terbersit ayumu
teduh tatapanmu dulu
serta senyum manismu
masih tergambar jelas gerik manjamu
semuanya tentangmu
saat tiada lagi dirimu seperti ini aku selalu memejamkan mataku
kala rindu singgah dihatiku
agar aku bisa merasakan hadirmu lagi walau itu hanya sebuah ilusi
teduh tatapanmu dulu
serta senyum manismu
masih tergambar jelas gerik manjamu
semuanya tentangmu
saat tiada lagi dirimu seperti ini aku selalu memejamkan mataku
kala rindu singgah dihatiku
agar aku bisa merasakan hadirmu lagi walau itu hanya sebuah ilusi
Rabu, 23 Januari 2013
do'a yang bener-bener do'a pertamaku
Ya Alloh...lindungilah keluarga hamba....limpahkan karuniamu pada mereka....tabahkan hati mereka mengahadapiku yang bengal ini Ya Alloh....aku tahu begitu banyak dosaku...begitu banyak kesalahanku....
Ya Alloh...maafkan aku yang selalu melanggar laranganMu, kadang bahkan melupakanMu.....aku tak tahu mengapa aku jadi seperti ini....aku tahu aku salah....tapi beribu-ribu pertanyaan dalam hidupku yang tak kunjung kutemukan jawabannya itu yang selalu membuatku frustasi....hingga tiada lain lagi aku berlari ke jalan salahku itu....ketenangan sesaat....
Kuatkan dan tabahkan hatiku saat menghadapi sepi Ya Alloh......
Sepi itu begitu mengiris hati...sempat kutemukan damai hanya saat aku berbagi kasih....atau bisa dibilang saat aku meiliki kekasih....saat tiada yang mendengarkanku...saat itulah aku hanya percaya berbagi pada kekasih....entah mengapa itu bisa terjadi.....
Kini aku tak memiliki kekasih ya Alloh....mohon kuatkan aku saat dunia menuntutku kuat.....saat kaki dan tangan " mereka" tak pedulikanku....saat mereka pergi tanpa mengenangku....
Aku telah banyak kehilangan suatu kebahagiaan....tak tersisa bahagia itu.....hanya tertinggal kenangan....kumohon kuatkan aku saat aku teringat semua lukaku....jaga lidah dan hati ini agar tak mengumpat mereka.....agar tak ada kata benci dalam hati ini..
Ya Alloh hadirkan bahagia di hati mereka yang pernah mengisi hari-hariku....peluk mereka dalam hangat bahagia takdirMu....aku tak ingin mendengar jika air mata menetes dari wajah mereka.....karena senyum simpul mereka adalah sebagian bahagiaku...wujudkan satu persatu mimpi indah mereka....buat mereka tahu jika aku disini merindukan semangat yang pernah mereka beri....
Ya Alloh...engkau yang maha tahu dan maha melihat...kau tempat dari beragam do'a dari beragam bahasa pula...kabulkan do'a hati kecilku ini.....
Amin.....
Nizar Ieezky
Ya Alloh...maafkan aku yang selalu melanggar laranganMu, kadang bahkan melupakanMu.....aku tak tahu mengapa aku jadi seperti ini....aku tahu aku salah....tapi beribu-ribu pertanyaan dalam hidupku yang tak kunjung kutemukan jawabannya itu yang selalu membuatku frustasi....hingga tiada lain lagi aku berlari ke jalan salahku itu....ketenangan sesaat....
Kuatkan dan tabahkan hatiku saat menghadapi sepi Ya Alloh......
Sepi itu begitu mengiris hati...sempat kutemukan damai hanya saat aku berbagi kasih....atau bisa dibilang saat aku meiliki kekasih....saat tiada yang mendengarkanku...saat itulah aku hanya percaya berbagi pada kekasih....entah mengapa itu bisa terjadi.....
Kini aku tak memiliki kekasih ya Alloh....mohon kuatkan aku saat dunia menuntutku kuat.....saat kaki dan tangan " mereka" tak pedulikanku....saat mereka pergi tanpa mengenangku....
Aku telah banyak kehilangan suatu kebahagiaan....tak tersisa bahagia itu.....hanya tertinggal kenangan....kumohon kuatkan aku saat aku teringat semua lukaku....jaga lidah dan hati ini agar tak mengumpat mereka.....agar tak ada kata benci dalam hati ini..
Ya Alloh hadirkan bahagia di hati mereka yang pernah mengisi hari-hariku....peluk mereka dalam hangat bahagia takdirMu....aku tak ingin mendengar jika air mata menetes dari wajah mereka.....karena senyum simpul mereka adalah sebagian bahagiaku...wujudkan satu persatu mimpi indah mereka....buat mereka tahu jika aku disini merindukan semangat yang pernah mereka beri....
Ya Alloh...engkau yang maha tahu dan maha melihat...kau tempat dari beragam do'a dari beragam bahasa pula...kabulkan do'a hati kecilku ini.....
Amin.....
Nizar Ieezky
Minggu, 13 Januari 2013
aku
Apakah setiap orang merasakan sepi? Ataukah lebih tepatnya sakit hati dengan hidup ini?
Entah apa beda diantara keduanya namun bagiku semuanya sama. SAKIT....hanya itu. Apalagi kala sang surya menutup diri dengan segala cerahnya bagi dunia. Senja yang tak bersuara menggagapi abadi sepi sang malam. Entah apa yang diingini diri ini untuk menunjukkan isi hati. Dan beribu pertanyaan dalam diri tentang siapa aku ini? Jati diri ini?. I can't tell my self..!!!
Mimpi yang tak mampu kugapai mungkin satu diantara sakitku..... Hanya ingin menunjukkan pada dunia semua tulisanku. Dan suatu saat ada yang menghargai setiap kata yang kutulis karna di dalamnya tersimpan maksud hati. Aku ingin lepaskan sepi diri yang tak berarti. Aku ingin lepaskan....
Aku ingin berarti bagi semua orang. Aku ingin memberi suatu bangga pada mereka. Aku ingin diakui jika aku bisa BERDIRI SENDIRI...!!!
Entah apa beda diantara keduanya namun bagiku semuanya sama. SAKIT....hanya itu. Apalagi kala sang surya menutup diri dengan segala cerahnya bagi dunia. Senja yang tak bersuara menggagapi abadi sepi sang malam. Entah apa yang diingini diri ini untuk menunjukkan isi hati. Dan beribu pertanyaan dalam diri tentang siapa aku ini? Jati diri ini?. I can't tell my self..!!!
Mimpi yang tak mampu kugapai mungkin satu diantara sakitku..... Hanya ingin menunjukkan pada dunia semua tulisanku. Dan suatu saat ada yang menghargai setiap kata yang kutulis karna di dalamnya tersimpan maksud hati. Aku ingin lepaskan sepi diri yang tak berarti. Aku ingin lepaskan....
Aku ingin berarti bagi semua orang. Aku ingin memberi suatu bangga pada mereka. Aku ingin diakui jika aku bisa BERDIRI SENDIRI...!!!
Selasa, 18 Desember 2012
Puisi Ariel Sahabatku Kekuatanku
Saat semua terasa salah
Adalah lebih indah
Dari pada deru pujian beribu orang-
orangan
Yang mendekat saat semua terasa benar
Adalah keindahan yang kau berikan
temanku
Pengertian akan kekuranganku
Terasa lebih manis
Dari pada legit segala pujian itu
Sahabatku, kekuatanku.
-Ariel-
Langganan:
Postingan (Atom)