Potret pilu hati yang sendu berbaur sepi menabur sakit
Terpatri diantara detik yang berganti
Seakan tak henti menghiasi setiap ilusi tentang memiliki satu hati
Tapi sayang cintanya hanya untuk diharapkan
Tanpa ada kepastian untuk benar-benar dimiliki
Suatu senja yang pernah begitu berti, akan selalu aku ingat
Dikala aku bisa menatap mata indah yang bisa aku buat tersenyum
Aku bahagia karena kau bahagia saat itu
Walau mungkin aku tak terlalu berarti
Namun, aku sadar melulai senja itu
Bahwa kebahagiaan yang berarti itu tak selalu harus selamanya dimiliki
Karena suatu hari saat sesuatu yang kita ingini tak lagi dimiliki
Itulah saat dimana kebahagiaan itu terlampau lebih dalam lagi untuk dirasakan
Walau tak pernah ada penghargaan seperti para orang-orang hebat diluar sana
Memory tentang kebahagiaan senja itu
merupakan penghargaan paling berharga buatku......
Senin, 15 Juli 2013
Selasa, 09 Juli 2013
Tuhan... Mengapa semuanya terasa berat??
Aku hanyalah manusia dengan kekurangan yang sederhana tapi mengena
Seharusnya aku dapat menpis semua itu jikalau dulu "mereka" peduli denganku
Sedikit sajalah...
Mereka entah kemana dulu...
Yang aku ingat saat sekolah dasar aku sering ditinggal hanya dengan nenekku seorang di rumah
Makan seadanya....
Entah mereka pernah berpikir untuk peduli tentang hal yang selalu aku ingin hilangkan
Takdir busuk ini...!!!
Tuhan... Aku telah berusaha...
Tapi semuanya terasa sulit dan tak mungkin...
Ataukah aku belum berusaha sekuat yang aku bisa??
Aku ingin segera menguasai hal itu....
Mohon dengan sangat untuk meridhoi semua ini...
Aku berjanji bila ada kesempatan akan berusaha semaksimal mungkin
Karena aku ingin membuatnya merasa punya aku...
Supaya aku sedikit berharga untuknya
Sesuatu yang hebat melekat dna ada padanya
Mungkin....
Aku merasa beruntung memilikinya
Aku hanyalah manusia dengan kekurangan yang sederhana tapi mengena
Seharusnya aku dapat menpis semua itu jikalau dulu "mereka" peduli denganku
Sedikit sajalah...
Mereka entah kemana dulu...
Yang aku ingat saat sekolah dasar aku sering ditinggal hanya dengan nenekku seorang di rumah
Makan seadanya....
Entah mereka pernah berpikir untuk peduli tentang hal yang selalu aku ingin hilangkan
Takdir busuk ini...!!!
Tuhan... Aku telah berusaha...
Tapi semuanya terasa sulit dan tak mungkin...
Ataukah aku belum berusaha sekuat yang aku bisa??
Aku ingin segera menguasai hal itu....
Mohon dengan sangat untuk meridhoi semua ini...
Aku berjanji bila ada kesempatan akan berusaha semaksimal mungkin
Karena aku ingin membuatnya merasa punya aku...
Supaya aku sedikit berharga untuknya
Sesuatu yang hebat melekat dna ada padanya
Mungkin....
Aku merasa beruntung memilikinya
Kamis, 27 Juni 2013
Kupu-kupu Baja
Seberapa sulit menjadi "perempuan" di dalam dunia yang dikuasai laki-laki?, atau seberapa sulitkah menjadi orang "biasa" di dalam dunia yang dikuasai aturan-aturan yang mengekang kalian agar tidak menjadi sekedar orang "biasa"?
Apakah pernah ada di benak kalian pertanyaan seperti ini?, atau tidak sama sekali, dan kalian cuma tunduk diam lalu menikmati hidup apa adanya tanpa berani melawan, membantah, atau bahkan sekedar bertanya " apa ada yang salah dengan budaya ini?"
Kumpulan huruf dalam " Kupu-kupu Baja" hanya sebuah cerita dari banyak manusia yang sudah cukup muak dengan budaya Patriarki yang menutup jalan mereka untuk menjadi lebih , dan jelas ini bukan cerita fiktif belaka.
Kalian perempuan?, ataukah laki-laki yang ingin yang ingin melihat keluar dari jendela ruangan sempit dunia kalian?
Ada banyak pertanyaan yang harus kalian jawab, " Dari banyak puisi dan lagu tentang para perempuan , mengapa hanya melulu tentang seberapa indahnya fisik mereka, seberapa harum mereka, dan seberapa penting mereka menjadi sekedar pendamping padahal mereka bisa menjadi lebih?" , dan kalian para perempuan " tidakkah kalian merasa bahwa romantisme dan pujian-pujian hanyalah sebuah alat agar kalian dapat dikurung dalam ego dan sebuah perbudakan samar yang beratasnamakan cinta atas diri kalian?", lalu tidakkah kalian sempat bertanya " kenapa perbuatan buruk yang dilakukan seorang laki-laki seakan-akan jauh lebih bisa ditoleransi dibandingkan dengan perempuan?" dan bahkan seakan-akan bisa lebih diampuni.
Seekor ulat lemah menetas dari sebuah telur yang rapuh, berusaha bertahan hidup dari dunia penuh pemangsa yang lebih kuat dan penuh tipu daya, hingga pada saatnya bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu . Sekedar kupu-kupu biasa ataukah Kupu-kupu Baja yang memiliki pendapat, pemikiran, kekuatan, dan klaim atas dirinya sendiri ?.
Silahkan memilih karena pilihan itu bebas dan tersedia di depan kalian
CAPTAIN JACK
Apakah pernah ada di benak kalian pertanyaan seperti ini?, atau tidak sama sekali, dan kalian cuma tunduk diam lalu menikmati hidup apa adanya tanpa berani melawan, membantah, atau bahkan sekedar bertanya " apa ada yang salah dengan budaya ini?"
Kumpulan huruf dalam " Kupu-kupu Baja" hanya sebuah cerita dari banyak manusia yang sudah cukup muak dengan budaya Patriarki yang menutup jalan mereka untuk menjadi lebih , dan jelas ini bukan cerita fiktif belaka.
Kalian perempuan?, ataukah laki-laki yang ingin yang ingin melihat keluar dari jendela ruangan sempit dunia kalian?
Ada banyak pertanyaan yang harus kalian jawab, " Dari banyak puisi dan lagu tentang para perempuan , mengapa hanya melulu tentang seberapa indahnya fisik mereka, seberapa harum mereka, dan seberapa penting mereka menjadi sekedar pendamping padahal mereka bisa menjadi lebih?" , dan kalian para perempuan " tidakkah kalian merasa bahwa romantisme dan pujian-pujian hanyalah sebuah alat agar kalian dapat dikurung dalam ego dan sebuah perbudakan samar yang beratasnamakan cinta atas diri kalian?", lalu tidakkah kalian sempat bertanya " kenapa perbuatan buruk yang dilakukan seorang laki-laki seakan-akan jauh lebih bisa ditoleransi dibandingkan dengan perempuan?" dan bahkan seakan-akan bisa lebih diampuni.
Seekor ulat lemah menetas dari sebuah telur yang rapuh, berusaha bertahan hidup dari dunia penuh pemangsa yang lebih kuat dan penuh tipu daya, hingga pada saatnya bermetamorfosa menjadi seekor kupu-kupu . Sekedar kupu-kupu biasa ataukah Kupu-kupu Baja yang memiliki pendapat, pemikiran, kekuatan, dan klaim atas dirinya sendiri ?.
Silahkan memilih karena pilihan itu bebas dan tersedia di depan kalian
CAPTAIN JACK
Sekarat Menunggu Pagi
Tlah kau coba segala daya untuk mewujudkan keinginanmu
Tapi terjegal banyak rintangan dan pilihan sulit tuk menang
Menunggu tak akan pernah mudah
Saat kau tahu tipisnya harapan
Menunggu pagi yang tak kian cerah
Walau semua tlah coba kau lakukan
Tlah kau korbankan semua yang kau punya
Darah keringat dan harapan
Bertarung melawan kegagalan
Tapi kemenangan tak kunjung datang
Takkan mengalah
Takkan menyerah
Walau remuk redam
Kepalan mengeras
Luka membekas
Saat sekarat menunggu pagi
Menunggu tak akan pernah mudah
Saat kau tahu tipisnya harapan
Menunggu semua perlahan berubah
Dengan kesabaran yang belum kau temukan
Tapi terjegal banyak rintangan dan pilihan sulit tuk menang
Menunggu tak akan pernah mudah
Saat kau tahu tipisnya harapan
Menunggu pagi yang tak kian cerah
Walau semua tlah coba kau lakukan
Tlah kau korbankan semua yang kau punya
Darah keringat dan harapan
Bertarung melawan kegagalan
Tapi kemenangan tak kunjung datang
Takkan mengalah
Takkan menyerah
Walau remuk redam
Kepalan mengeras
Luka membekas
Saat sekarat menunggu pagi
Menunggu tak akan pernah mudah
Saat kau tahu tipisnya harapan
Menunggu semua perlahan berubah
Dengan kesabaran yang belum kau temukan
Selasa, 11 Juni 2013
Pertanyaan dan kekalahan BESAR
Sesuatu yang berat itu bukan hanya sebatas untuk ditanggapi memang... Apa yang saya tak bisa lakukan sedangkan orang" bisa lakukan adalah hal yang menurut saya paling berat.... Bahkan melatar belakangi apa yang sekarang terjadi... Hanya diam dan menjauh dari kehidupan... Hanya itu yang saya lakukan dari dulu
Beban itu yaa beban itu dan hanya itu.... Yang akhir" ini begitu memusingkan kepala bahkan seperti membuatnya akan meledak....!!!!
Sakiiittt banget Tuhan... Kenapa dulu tak berikan aku cukup keberanian :(
Ridhoi usahaku ya Tuhan....Please God.... Aku mohon :(
Beban itu yaa beban itu dan hanya itu.... Yang akhir" ini begitu memusingkan kepala bahkan seperti membuatnya akan meledak....!!!!
Sakiiittt banget Tuhan... Kenapa dulu tak berikan aku cukup keberanian :(
Ridhoi usahaku ya Tuhan....Please God.... Aku mohon :(
Sabtu, 18 Mei 2013
apa yang akhir'' ini menjadi beban pikiran saya
kembali menulis lagi.... apa yang ingin saya katakan tetap masih sama " tentang pencarian siapa saya"
entah apa yang sebenarnya saya inginkan dan saya harapkan.... akhir' ini banyak sesuatu yang memojokkan saya dan ini membuat saya sumpek... jujur saja saya bukan orang yang mudah menerima sesuatu tanpa tahu dan paham apa itu...apa yang akan ada kedepannya nanti
apakah saya salah jika saya memahami diri saya sendiri dulu sebelum memulai sesuatu?? saya hanya ingin semuanya terlihat baik dan tidak memojokkan saya kemudian hasilnya adalah diri saya yang tidak terbebani... memang ini soal masa depan saya tapi pekerjaan itu kan dilaksanakan kalo saya mampu kan? bukannya begitu? maaf jika saya bertingkha mengecewakan tapi jujur saya memikirkan banyak faktor.... agar saya nyaman menjalaninya dan anda" sekalian puas... jika sekarang dipaksakan maka hasil yang bisa saya pastikan adalah anda kecewa....
saat ini saya sedang menunggu sahabat" saya di perantauan untuk menanyakan perihal pekerjaan di sana... mungkin ada... kenapa saya begitu? yahhh karena saya sangat butuh sahabat yang mengerti saya.... mungkin bisa dicari di tempat baru nanti tapi entah kenapa saya lebih cocok dengan mereka yang lebih dulu mengenal saya.... karena mereka yang telah lebih mengetahui apa kelebihan dan kekurangan saya... itu saja...
entah apa yang sebenarnya saya inginkan dan saya harapkan.... akhir' ini banyak sesuatu yang memojokkan saya dan ini membuat saya sumpek... jujur saja saya bukan orang yang mudah menerima sesuatu tanpa tahu dan paham apa itu...apa yang akan ada kedepannya nanti
apakah saya salah jika saya memahami diri saya sendiri dulu sebelum memulai sesuatu?? saya hanya ingin semuanya terlihat baik dan tidak memojokkan saya kemudian hasilnya adalah diri saya yang tidak terbebani... memang ini soal masa depan saya tapi pekerjaan itu kan dilaksanakan kalo saya mampu kan? bukannya begitu? maaf jika saya bertingkha mengecewakan tapi jujur saya memikirkan banyak faktor.... agar saya nyaman menjalaninya dan anda" sekalian puas... jika sekarang dipaksakan maka hasil yang bisa saya pastikan adalah anda kecewa....
saat ini saya sedang menunggu sahabat" saya di perantauan untuk menanyakan perihal pekerjaan di sana... mungkin ada... kenapa saya begitu? yahhh karena saya sangat butuh sahabat yang mengerti saya.... mungkin bisa dicari di tempat baru nanti tapi entah kenapa saya lebih cocok dengan mereka yang lebih dulu mengenal saya.... karena mereka yang telah lebih mengetahui apa kelebihan dan kekurangan saya... itu saja...
Minggu, 07 April 2013
Renungan Kecil
Dan telah lama saya terdiam....Merenungi takdir diri ini. Apakah diri saya pantas disebut seorang yang periang kawan?? Sedang dalam setiap detik waktu yang berjalan saya hanya berontak dengan takdir
Sekian lama saya berusaha mencari bahagia....saya tak kunjung menemukan yang sejati. Mungkin hanya soal waktu tapi saya serasa sudah tak kuat menanggung segala emosi dalam diri.
Saya merasa iri saat melihat mereka yang bisa tertawa lepas. Menemukan bahagia diri mereka, menemukan apa yang mereka cari, beriringan menuju masa depan bersama "dia" yang setia mendukung dan memberi semangat dalam tiap usaha
Yang saya nanti hanyalah satu hari "bahagia"
“Apa yang sedang kamu
pikirkan?”
“Ada jutaan. Kau mau aku
menyebutkannya satu-satu,
sementara kau bisa melihat apa
yang aku pikirkan sekaligus
dengan hanya tetap menatap
mataku?”
“Haha.. Baiklah.”
“Dasar iseng!”
“Hei, karena aku agak sedikit
tegang.”
“Aku juga.”
“Ayo bicara yang ringan-
ringan!”
“Contohnya?”
“Gaunmu bagus. Indah sekali.”
“Katanya, kau lebih suka
melihatku tanpa sehelai benang
pun?”
“Tidak di sini, Cantik!”
“Kalau begitu, jangan padamkan
kesabaranmu!”
“Tentu.”
“Tapi awas kakimu!”
“Iya. Eratkan tanganmu juga!”
“Hehehe.. Iya.”
“Ini sangat emosional.”
“Laki-lakiku, jangan bilang kau
akan menangis?”
“Sebentar lagi!”
“Hahaha.. Aku dari tadi.”
“Kau khan cengeng!”
“Aku hanya terlalu sanggup
untuk bahagia di hari ini.”
“Ya. Hari ini adalah hari yang
akan kusyukuri setiap hari.”
“Ya, Tuhan..”
“Kenapa?”
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu.”
“Tapi aku mencintaimu.”
“Karena aku mencintaimu.”
“Aku sangat mencintaimu.”
“Aku sungguh mencintaimu.”
“Aku akan tetap mencintaimu.”
“Setiap hari adalah
mencintaimu.”
“Setiap detik aku
mencintaimu.”
“Di manapun aku, aku
mencintaimu.”
“Walaupun kesusahan datang,
aku tetap mencintaimu.”
“Dan aku akan selalu mampu
mencintaimu.”
“Demikianlah aku bersyukur
telah mencintaimu.”
“Aku memuji Tuhan karena aku
mencintaimu.”
“Aku berdoa karena aku
mencintaimu.”
“Aku memelukmu sekarang,
karena aku mencintaimu.”
Aku melihatmu sekarang, di saat
aku mencintaimu.”
“Debar jantungku adalah karena
aku mencintaimu.”
“Aku menari sambil
mencintaimu.”
“Malaikat berdansa, iringan aku
mencintaimu.”
“Istriku, aku mencintaimu.”
“Suamiku, aku juga
mencintaimu!”
Akhirnya selesai sudah lantunan
syahdu yang mengiring dansa
mereka dan seluruh hadirin
menjadi haru dan bertepuk
tangan. Lalu kedua mempelai
kembali ke pelaminan sambil
saling bergandengan setelah
sudah menerima tantangan,
berdansa berdua di tengah para
undangan. Acara resepsi terus
berlanjut..
Sekian lama saya berusaha mencari bahagia....saya tak kunjung menemukan yang sejati. Mungkin hanya soal waktu tapi saya serasa sudah tak kuat menanggung segala emosi dalam diri.
Saya merasa iri saat melihat mereka yang bisa tertawa lepas. Menemukan bahagia diri mereka, menemukan apa yang mereka cari, beriringan menuju masa depan bersama "dia" yang setia mendukung dan memberi semangat dalam tiap usaha
Yang saya nanti hanyalah satu hari "bahagia"
“Apa yang sedang kamu
pikirkan?”
“Ada jutaan. Kau mau aku
menyebutkannya satu-satu,
sementara kau bisa melihat apa
yang aku pikirkan sekaligus
dengan hanya tetap menatap
mataku?”
“Haha.. Baiklah.”
“Dasar iseng!”
“Hei, karena aku agak sedikit
tegang.”
“Aku juga.”
“Ayo bicara yang ringan-
ringan!”
“Contohnya?”
“Gaunmu bagus. Indah sekali.”
“Katanya, kau lebih suka
melihatku tanpa sehelai benang
pun?”
“Tidak di sini, Cantik!”
“Kalau begitu, jangan padamkan
kesabaranmu!”
“Tentu.”
“Tapi awas kakimu!”
“Iya. Eratkan tanganmu juga!”
“Hehehe.. Iya.”
“Ini sangat emosional.”
“Laki-lakiku, jangan bilang kau
akan menangis?”
“Sebentar lagi!”
“Hahaha.. Aku dari tadi.”
“Kau khan cengeng!”
“Aku hanya terlalu sanggup
untuk bahagia di hari ini.”
“Ya. Hari ini adalah hari yang
akan kusyukuri setiap hari.”
“Ya, Tuhan..”
“Kenapa?”
“Aku mencintaimu.”
“Aku juga mencintaimu.”
“Tapi aku mencintaimu.”
“Karena aku mencintaimu.”
“Aku sangat mencintaimu.”
“Aku sungguh mencintaimu.”
“Aku akan tetap mencintaimu.”
“Setiap hari adalah
mencintaimu.”
“Setiap detik aku
mencintaimu.”
“Di manapun aku, aku
mencintaimu.”
“Walaupun kesusahan datang,
aku tetap mencintaimu.”
“Dan aku akan selalu mampu
mencintaimu.”
“Demikianlah aku bersyukur
telah mencintaimu.”
“Aku memuji Tuhan karena aku
mencintaimu.”
“Aku berdoa karena aku
mencintaimu.”
“Aku memelukmu sekarang,
karena aku mencintaimu.”
Aku melihatmu sekarang, di saat
aku mencintaimu.”
“Debar jantungku adalah karena
aku mencintaimu.”
“Aku menari sambil
mencintaimu.”
“Malaikat berdansa, iringan aku
mencintaimu.”
“Istriku, aku mencintaimu.”
“Suamiku, aku juga
mencintaimu!”
Akhirnya selesai sudah lantunan
syahdu yang mengiring dansa
mereka dan seluruh hadirin
menjadi haru dan bertepuk
tangan. Lalu kedua mempelai
kembali ke pelaminan sambil
saling bergandengan setelah
sudah menerima tantangan,
berdansa berdua di tengah para
undangan. Acara resepsi terus
berlanjut..
Langganan:
Postingan (Atom)
